Bagi saya menonton movie The Secret sama nikmatnya dengan ketika saya menonton movie-movie action dan commedy yang dibintangi oleh artis-artis Holywood, saya sangat menyukai movie action dan commedy dengan alasan bisa membawa alam perasaan dan alam pikiran saya terhanyut oleh movie tersebut. Demikian juga ketika saya mengikuti seminar-seminar inspirasi dan motivasi, kenikmatannya sama ketika saya menonton movie-movie action dan commedy.
Kenikmatan tersebut akan hilang berangsur-angsur setelah kita kembali menjalani kehidupan nyata dari hari ke hari yang selalu berganti, bahkan beberapa kali saya putar movie-movie, DVD dan VCD seminar yang sama tersebut, ternyata tidak menghasilkan kenikmatan yang sama. Akhirnya saya selalu haus mencari movie-movie action dan commedy yang baru dan saya selalu haus mengikuti seminar-seminar untuk sekedar mendapatkan kenikmatan yang memuaskan alam perasaan dan alam pikiran, agar disetiap actionnya saya selalu mendapatkan inspirasi dan motivasi yang baru dan bisa mempertahankan kondisi perasaan dan pikiran agar bisa stabil, sehingga mendapatkan daya tahan mental yang stabil juga.
Namun sebenarnya kita sudah dikaruniai olehNya alam semesta ini, beberapa hal bisa kita ambil manfaatnya agar kita selalu terinspirasi dan termotivasi tanpa harus mengeluarkan biaya yang tinggi. Kita tinggal mengoptimalkan perasaan dan pikiran kita, yang diarahkan bagaimana kita bisa menggali tanda-tanda kekuasaanNya, baik tanda-tanda yang tersurat maupun tanda-tanda yang tersirat.
Air hujan dan udara sebenarnya adalah termasuk tanda-tanda kekuasaanNya yang bisa kita jadikan sebagai bahan inspirasi dan bahan memotivasi diri, sebab keduanya tidak diperlukan biaya ketika kita membutuhkannya selama kita masih sehat, sebab ketika kita sakit, maka air hujan tidak akan bisa kita sentuh dan udara harus kita bayar per tabung untuk menyambung nafas kita.
Contoh seorang ahli yang terinspirasi dan termotivasi oleh air adalah Imam Ibnu Hajar, yang sudah sekian lama belajar ilmu agama namun tidak pandai-pandai, beliau justru tersentuh inspirasi dan motivasinya adalah ketika beliau melihat sebuah batu yang berlubang karena tetesan air yang menetes demi tetes, yang akhirnya mampu membuat batu tersebut berlubang. Akhirnya berkat inspirasi dan motivasi tersebut beliau menjadi seorang ahli agama yang ilmunya menjadi rujukan para ahli agama Islam.
Dan banyak kisah-kisah inspiratif dan penuh motivasi dari para ahli yang tersentuh inspirasinya dan motivasinya karena belajar dari tanda-tanda kekuasaanNya, seperti Einsten, Al Khwarizmi dan sederetan orang-orang jenius lainnya. Beliau-beliau justru banyak belajar dari tanda-tanda kekuasaanNya baik yang tersurat maupun yang tersirat.
Selain air hujan dan udara, kita juga bisa mendapatkan inspirasi dan motivasi dari orang-orang yang kita sayangi dan kita cintai, seperti istri kita, suami kita, anak-anak dan kedua orang tua kita. Biasanya ketika saya sudah buntu maka saya curhat kepada istri, dalam curhat tersebut kami bercerita tentang indahnya masa lalu sewaktu kami masih baru berkenalan dan mengenang malam pertama yang mengesankan, dari situlah saya mendapatkan inspirasi dan motivasi, setiap hari saya selalu melakukan obrolan-obrolan yang mengasyikkan dengan berganti-ganti tema yang ringan dengan istri, sehingga yang tadinya perasaan dan pikiran buntu bisa terbuka kembali dan semuanya kembali menjadi ringan, segar dan mencair.
Demikian juga, saya selalu membiasakan memeluk dan mencium pipi anak-anak dan memberikan sentuhan-sentuhan pada rambut dan punggung anak-anak, dan hasilnya sungguh luar biasa ada semacam energi yang mengalir dalam tubuh saya yang mebuat hidup ini menjadi bahagia, ringan dan damai. Dan dengan orang tua saya membiasakan diri bersilaturrahmi dan mencium tangan ibunda dan ayahanda, dan tak lupa meminta didoakan oleh kedua orang tua, hasilnya sungguh nikmat sekali hidup ini, saya selalu mensyukuri hal tersebut.
Saya yakin masing-masing kita bisa menggali inspirasi dan motivasi yang ada dalam diri kita, untuk itu temukanlah dan optimalkan inspirasi dan motivasi kita tanpa memerlukan biaya yang tinggi. Dan sebisa mungkin kita berusaha agar bisa mendapatkan inspirasi dan motivasi secara alami, bukan dibuat-buat atau dipaksa-paksa, apalagi dikarbit-karbit, karena kita tidak akan bisa menikmatinya walaupun secara materi kita sudah kaya.

Sewaktu kuliah dulu saya sering bercanda dengan seorang mahasiswi yang menjadi teman akrab saya, waktu itu saya kuliah di fakultas ekonomi jurusan akuntansi, sementara cewek teman akrab saya tersebut kuliah di fakultas pertanian jurusan agrobisnis (sosial ekonomi).
Kami sering bercanda, ilmu yang saya pelajari adalah ilmu kota yang menghitung kekayaan orang lain dan ilmu yang dipelajari oleh mahasiswi yang menjadi teman cewek akrab saya adalah ilmu desa yang siap terjun ke sawah, terbukti sewaktu kuliah praktikum kami berbeda dan setelah lulus kuliah kami bekerja di dunia yang berbeda juga, saya bekerja di sebuah Mal di kota Jakarta dan cewek teman akrab saya bekerja menjadi penyuluh pertanian di sebuah desa di Kediri Jawa Timur.

Dan itu berlanjut setelah kami menikah, istri saya lebih betah tinggal di desa, sementara saya harus rela bolak-balik antara kota besar dan desa kecil, namun bagi saya hal tersebut menjadi suatu keasyikan tersendiri, saya hidup berada di dua alam yang berbeda. Disatu sisi saya bisa menikmati suasana kota-kota di Indonesia, China dan Hongkong, disatu sisi saya bisa menikmati suasana pedesaan yang asri.
Dan kondisi itupun berkelanjutan berjalan ketika kami mengenal konsep dunia entrepreneur dan investasi, saya yang lulusan akuntansi lebih senang bicara bisnis fashion dan invesatasi ke saham, surat berharga dan sejenisnya, karena kebetulan saya pernah ikut pelatihan pasar modal Indonesia. Sementara istri saya yang lulusan agrobisnis lebih tertarik bicara sawah dan investasi pada sawah, padi, pohon jati dan tebu.

Tepatnya pada tanggal 14 Juni 2008 kemarin, saya mewakili istri mengikuti kegiatan Wisata Entrepreneur Agrobisnis, acara yang diprakarsai oleh PT. Mahkota Dewa Indonesia, KTNA DKI Jakarta (Kontak Tani dan Nelayan Andalan) dan TDA Agro ini dihadiri oleh teman-teman dari berbagai milist.

Acara yang dipandu oleh Bu Aning Harmanto pemilik klinik Ning Harmanto dan pemilik PT. Mahkota Dewa Indonesia tersebut berjalan sangat meriah dan mengasyikan. Gambaran acaranya yang berjalan pada acara tersebut adalah :
1. Pelatihan dibuka Ketua KTNA DKI (nelayan sukses dari Muara Karang).
2. Sharing bisnis sayuran organik (petani organik).
3. Sharing bisnis tanaman hias dan ikan hias.
4. Sharing bisnis bebek bapak H. Zarkasi.
5. Pesta makan olahan bebek oblog dan ikan pucung.
6. Demo membuat telur asin rendah kolesterol, masir dan berwarna merah.
7. Demo pembuatan birpletok sebuah minuman khas Betawi.
8. Kunjungan lapangan ke kandang bebek dan demo pembuatan pakan bebek.
Pengalaman tersebut bagi saya sangat luar biasa, karena ternyata di kota besar seperti di Jakarta masih ada sawah dengan padi yang menghijau dan pengalaman luar biasa terjun langsung ke kandang bebek yang lumayan bau dan kotor, namun bukan kandang bebek kalau berbau wangi dan ruangannya ber AC, begitu kata bapak H. Zarkasi yang pernah ikut pelatihan agrobisnis di Jepang selama 9 bulan lamanya.
Dalam kesempatan tersebut bapak H. Zarkasi menjelaskan ciri-ciri bebek yang baik dan bebek yang buruk, memperkirakan ciri-ciri usia bebek, dan bagaimana cara memperlakukan bebek dengan baik, baik dari segi pakan, kandang maupun kenyamanan tempat tinggal bagi bebek-bebek.
Alhamdulillah karena saya sudah terbiasa dididik oleh orang tua untuk selalu turun ke bawah langsung, maka dalam kesempatan tersebut saya juga menyingsingkan celana untuk langsung terjun melihat-lihat bebek di kandang bersama teman-teman peserta Wisata Entrepreneur Agrobisnis lainnya. Walaupun resiko bau dan kotoran sudah menjadi bagian dari aksi terjun langsung tersebut. Dalam kesempatan tersebut bapak H. Zarkasi yang berpengalaman di Jepang sedikit cerita tentang etos kerja orang Jepang yang para penyuluhnya mau terjun langsung ke bawah, walau resikonya kotor dan bau.
Rupanya pengalaman saya tugas di China juga tidak jauh berbeda dengan pengalaman beliau di Jepang, etos kerja orang China juga luar biasa, dan para bos (loban) di China juga masih rajin turun ke bawah tanpa sungkan-sungkan dan tanpa takut turun harga dirinya di mata anak buahnya.
Sungguh pengalaman baru bagi saya, sebab saya terbiasa kerja keliling dari mal ke mal dari ujung kota Medan sampai Papua untuk mengkontrol retail fashion, termasuk berkunjung ke beberapa mal di China dan Hongkong, sekarang harus turun ke sawah dan kandang bebek. Saya bersyukur mempunyai seorang istri lulusan agrobisnis yang lebih betah di desa, sehingga saya bisa menikmati dua alam yang sangat berbeda dalam kehidupan yang indah ini.

Dan setelah mengikuti acara Wisata Entrepreneur Agrobisnis, saya dan adik saya yang sengaja datang dari Tegal, menyempatkan diri mampir ke acara Jakarta Fair Kemayoran (Pekan Raya Jakarta). Setelah kami menikmati beberapa produk di acara Jakarta Fair tersebut, kami juga menyempatkan diri menikmati musik Indonesia dengan melihat langsung acara konsernya grup band D’Masive dan Kerispatih. Setidaknya saya mendapatkan pengalaman bagaimana kondisi beberapa fair di beberapa kota di daerah, Jakarta Fair, Hongkong Fair dan Guangzhou Fair di China.

Pada saat pulang ke Tegal, saya menyempatkan diri berkunjung ke acara BAZAAR & PAMERAN USAHA KOTA TEGAL 2008. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 7-8 Juni 2008 (Sabtu-Minggu) di halaman parkir Hotel Karlita International yang berlokasi di Jl. Brigjen Katamso No. 31 Tegal Jateng.
Peserta kegiatan tersebut terdiri dari beberapa Usaha Kecil Menengah (UKM) dan perusahaan-perusahaan yang ada di kota Tegal maupun dari luar Tegal. Kegiatan ini dikunjungi oleh warga kota Tegal, kabupaten Tegal, Brebes, Pemalang, Pekalongan dll.

Beberapa stan pameran usaha yang sempat saya kunjungi adalah, stan Telkomsel karena kebetulan saya berlangganan M Kiosnya dari Telkomsel Tegal, stan telor asin “Lestari” Brebes yang memproduksi telor asin godok dan telor asin panggang, stan telor asin “HTM Jaya” Brebes yang memproduksi telor asin godok dan telor asin bakar, stan perusahaan kecap “Djoe Hoa” Tegal yang memproduksi kecap dengan merek “Sari Dele” dan mampir ke stan Poltek Tegal yang menyempatkan diri bertanya-tanya berapa harga develop sebuah web store.
Dan ada beberapa stan lainnya, seperti beberapa produk bank, asuransi, elektronik, motor, beberapa operator telekomunikasi, warung makan, tanaman hias, alat musik, teh tong tji, minuman buah, minuman kedelai, batik Pekalongan, jewelry dan lain-lainnya.
Pengalaman saya berkunjung sekedar melihat-lihat pameran usaha UKM di beberapa daerah di Indonesia diantaranya adalah kota Tegal, Yogyakarta, Semarang dan Jakarta, termasuk pameran usaha beberapa komunitas menambah kekayaan dalam wawasan tentang usaha kecil menengah di Indonesia. Dan puncaknya pengalaman melihat beberapa pameran usaha di China semakin menambah wawasan tentang dunia bisnis. Semoga dunia UKM di Indonesia semakin maju dan terus bertumbuh dalam upaya membangun pertumbuhan ekonomi.
Halaman Berikutnya »